(Oleh : Zahra Firdausa Sunarya)
Revolusi industri 4.0 memang sudah sering diperbincangkan banyak orang di Indonesia sejak tahun 2018 bahkan sampai sekarang. Perusahaan-perusahaan Start-Up bahkan sudah dapat mengalahkan perusahaan-perusahaan besar dimana ini menjadi bukti bahwa perkembangan revolusi industri 4.0 ini berkaitan erat dengan pengolahan data dan informasi atau yang biasa disebut Big Data dengan menggunakan AI (Artificial Intelligence) sebagai pengolah data tersebut. Perkembangan revolusi industri di Indonesia memang belum berkembang sangat pesat jika dibandingkan dengan negara lain dalam kemajuan teknologi dan informasi, hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap revolusi industri 4.0 itu sendiri baik dari segi pengertian, tujuan maupun pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.
Perkembangan teknologi untuk memudahkan manusia guna menjalani kehidupan belum dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pemerintah. Memang suatu hal yang tidak bisa tiba-tiba langsung diterapkan mengingat dominasi kaum yang melek teknologi belum bisa disejajarkan dengan masyarakat yang awam teknologi. Dalam konteks keindonesiaan, satu hal yang memunginkan, mengingat masyarakat yang berada pada ruang revolusi industri 4.0 yang menggunakan smartphone terhitung sudah 171,74 juta (64,8%), (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia : 2020)
Seperti yang kita ketahui bahwa Industri 4.0 diprediksi memiliki potensi manfaat yang besar. Sebagian besar pendapat mengenai potensi manfaat Industri 4.0 adalah mengenai perbaikan kecepatan-fleksibilitas produksi, peningkatan layanan kepada pelanggan dan peningkatan pendapatan. Terwujudnya potensi manfaat tersebut akan memberi dampak positif terhadap perekonomian suatu negara. Dan tidak menutup kemungkinan bahwa Indonesia membutuhkan hal ini. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya banyak sekali hambatan yang terjadi. Berdasarkan beberapa penjelasan tersebut maka sesuai dengan yang disampaikan oleh Zhou dkk (2015), secara umum ada lima tantangan besar yang akan dihadapi yaitu aspek pengetahuan, teknologi, ekonomi, sosial, dan politik. Kagermann dkk (2013) menyampaikan diperlukan keterlibatan akademisi dalam bentuk penelitian dan pengembangan untuk mewujudkan Industri 4.0.
Berdasarkan hal tersebut, maka edukasi atau memberikan pemahaman kepada generasi selanjutnya dapat menjadi modal awal dalam menciptakan laju perkembangan revolusi industri 4.0 di Indonesia secara berkelanjutan. Meskipun revolusi industri 4.0 ini sering diperbincangkan banyak orang di berbagai kalangan di Indonesia, ternyata masih banyak masyarakat yang kurang paham tentang Revolusi Industri 4.0 dan kecanggihan teknologi itu sendiri, maka dari itu kontribusi yang akan saya berikan untuk mempercepat laju perkembangan industri 4.0 agar lebih optimal dan memiliki efek berkelanjutan adalah dengan mengadakan National Conference dengan 2 kategori antara lain; kategori Pelajar yang diikuti oleh anak muda di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) serta kategori Mahasiswa yang diikuti oleh seluruh Mahasiswa/Mahasiswi di Indonesia.
Di dalam kegiatan tersebut, tidak hanya diisi oleh seminar dengan pemateri-pemateri hebat serta CEO Start-Up sukses di Indonesia, National Conference ini akan mengadakan test dan follow up bagi seluruh peserta yang nantinya akan dijadikan sebagai acuan serta hasil dari pendidikan mengenai revolusi industri 4.0 di Indonesia. Dari National Conference ini sendiri nantinya akan membentuk sebuah komunitas yang bergerak di bidang perkembangan industri 4.0 di Indonesia. Dan dari pemahaman serta didikan yang diberikan ini akan mendapatkan efek berkelanjutan dikarenakan dibentuknya komunitas yang bergerak di bidang tersebut.
Komunitas ini juga mewadahi para anak muda di Indonesia yang ingin mengembangkan ide dan kreatifitasnya agar terus berkembang dan dapat menjadi generasi penerus yang kompeten supaya nantinya lebih terarah dan lebih siap dalam mengembangkan ide yang berkaitan dengan perkembangan revolusi industri 4.0 tersebut. National Conference dan dibentuknya sebuah komunitas adalah langkah awal sebagai wadah untuk mencetak generasi kompeten dengan aspek berkelanjutan dalam membantu upaya perkembangan revolusi industri di Indonesia.
Dengan berbagai Ilmu dan relasi luas yang didapat, itu akan sangat membantu dalam bertukar informasi dan menjadikan suatu komunitas yang bergerak di bidang perkembangan revolusi industri 4.0 lebih terarah dan jelas serta membuka luas kesempatan untuk berdiskusi dan menjalin mitra dengan baik dalam perkembangan revolusi industri 4.0 di Indonesia. Ini akan menjadi langkah awal yang baik dan menyeluruh dalam mengoptimalkan laju percepatan perkembangan revolusi industri 4.0 di Indonesia.
Daftar Pustaka
Sumber dari jurnal
Zhou, K., Taigang L., & Lifeng, Z. (2015). Industry 4.0: Towards future industrial opportunities and challenges. In Fuzzy Systems and Knowledge Discovery (FSKD), IEEE 12th International Conference, pp. 2147-2152.
Kagermann, H., Lukas, W.D., & Wahlster, W. (2013). Final report: Recommendations for implementing the strategic initiative INDUSTRIE 4.0. Industrie 4.0 Working Group.
Prasetyo, H & Sutopo, W. (2018). Industri 4.0 : Telaah Klasifikasi Aspek dan Arah Perkembangan Riset. Vol.13, No 1, hlm. 1-10.