FIELD STUDY FISIP UNSIL : MENCARI KORELASI ANTARA TEORI DAN PRAKTIK

Selasa, 24 April 2018. Pukul 20.00 WIB Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP mulai briefing dan bersiap untuk melaksanakan kegiatan field study FISIP UNSIL 2018. Kegiatan ini mengambil tema “Membangun orientasi idealis realistis dalam pencapaian ilmu dan pengetahuan sesuai dengan disiplin ilmu akademik.” Field Study menuju ibukota bertujuan sebagai fasilitas pendukung akademik mahasiswa FISIP UNSIL untuk mengetahui korelasi antara teori yang dipelajari di kelas dengan praktik di lembaga yang sesuai dengan disiplin ilmu sosial dan politik.

Pukul 21.00 WIB peserta dan panitia mulai bersiap memasuki bis. Peserta field study beserta panitia berjumlah 35 orang. Peserta terdiri dari angkatan 2017 dengan panitia perwakilan dari angkatan 2016 dan 2015. Dua orang BLM sebagai pengawas serta satu dosen pendamping, Pak Randi Muchariman.

Peserta menginap di Wisma Graha Ragunan dan mengunjungi berbagai destinasi yang berhubungan dengan disiplin ilmu sosial dan politik. Pada hari pertama, Jum’at (25/4)  mengunjungi gedung Dewan Perwakilan Rakyat dan disambut oleh biro humas. Di sana mendapatkan materi yang diisi oleh wakil komisi 2 DPR RI. Selain Universitas Siliwangi, saat itu ada pula STISIP Guna Nusantara Cianjur yang sama-sama melakukan studi lapangan ke DPR RI. Setelah mendapatkan materi, peserta diajak mengelilingi Gedung, mengunjungi museum yang menjelaskan sejarah penting DPR dan melihat ruang rapat paripurnanya. Banyak ilmu dan wawasan baru yang peserta dapatkan dengan mengunjungi DPR RI. Misalkan tentang patung  rangka besi berlapis perunggu MPR-DPR karya But Mochtar yang merupakan perlambang dimensi waktu yang telah ditempuh rakyat Indonesia dari perjalanan masa lalu, masa kini dan masa mendatang tentang kehendak yang dapat disampaikan melalui Dewan Perwakilan Rakyat.

“Saya jadi semakin mantap untuk bekerja di DPR,” sahut salah satu peserta dari angkatan 2015, Iftihal Muslim Rahman.

Selanjutnya peserta mengunjungi Gedung Mahkamah Kontitusi RI. Di MK peserta disambut dan diberikan materi oleh Bapak Immanuel Bungkulan Binsar Hutasoit. Selain mendapatkan materi tentang MK peserta pun mengunjungi museumnya yang terdiri dari 3 lantai. Banyak ilmu dan wawasan dari museum yang terdiri dari 3 lantai itu, yakni sejarah konstitusi baik di Indonesia maupun di dunia dan juga  tentang jaksa dan hakim yang pernah menjabat di Indonesia.

Naufal Zahra selaku ketua pelaksana mengungkapkan, “Kendala yang paling utama yaitu partisipasi yang yang masih minim sehingga berpengaruh terhadap tujuan dan output dari kegiatan ini yang dirasa belum maksimal.”

Walaupun kegiatan hanya diikuti oleh sebagian mahasiswa, kegiatan ini berjalan lancar. Hari terakhir dilalui dengan mengeratkan kekeluargaan peserta dengan berekreasi bersama menuju Atlantis Water Adventure dan Dunia Fantasy Ancol. Lalu malamnya diadakan MAKRAB di pantai Ancol dan pembagian doorprize dalam perjalanan pulang.

(rosi risalah)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *